Penceramah, Ustaz Solmed akhirnya buka suara soal tujuannya ke Singapura yang membuat dirinya sempat ditahan imgrasi Bandara Changi. Dia mengatakan bahwa tujuan datang ke negara tetangga itu adalah untuk melihat salah seorang ayah dari sahabatnya yang tengah sakit.
"Saya datang buat menjenguk ayah sahabat saya, dia dari NU juga. Kami udah kayak saudara makanya saya datang ke Singapura langsung beli tiket pulang pergi hari itu juga," kata Ustaz Solmed saat dihubungi, Minggu (4/6).
Namun niat tulus pemilik nama lengkap Sholeh Mahmoed Nasution itu ternyata tidak berjalan mulus. Dirinya ditahan oleh pihak imigrasi Bandara Changi saat mendarat di sana. Selama sepuluh jam dia dimasukkan ke ruang isolasi sehingga tidak bisa beraktivitas.
Baca Juga : Tanggal Ini Harus Dapat THR, Jika Telat Dapat Tambahan 5%
Baca Juga : Ada Masalah Dengan THR Laporkan Ke NOMOR INI ADA Telp dan WA Seta Emailnya
Baca Juga : Tanggal Ini Harus Dapat THR, Jika Telat Dapat Tambahan 5%
Baca Juga : Ada Masalah Dengan THR Laporkan Ke NOMOR INI ADA Telp dan WA Seta Emailnya
Sementara, Ustaz Solmed mengaku bingung dengan kejadian yang dialaminya di Singapura pada Sabtu (3/6) itu. Menurutnya, dia ditahan oleh pihak imigrasi Bandara Changi tanpa alasan yang jelas. Bahkan setelah dilepas pun dia tidak tahu alasan penahanannya.
"10 jam ditahan dalam ruangan yang dikunci. Sampai sekarang saya dibebaskan tidak tahu alasannya kenapa," jelasnya.
Beruntung Ustaz Solmed saat ini telah berada di Indonesia. Dia dibebaskan pada Sabtu (3/6) malam harinya. Saat itu juga pemain sinetron Pesantren & Rock N Roll itu langsung membeli tiket untuk balik ke Jakarta.
Dari penuturan Ustaz Sholeh Mahmoed Nasution (Ustaz Solmed), digiringnya ia ke ruang isolasi bermula dari kejadian di dekat pintu Imigrasi, bandara Changi, Singapura.
Saat itu, Ustaz Solmed tengah menunggu rekannya. Saat sedang di area pintu Imigrasi, Ustaz Solmed ditegur oleh dua orang warga negara Indonesia. Dua orang tersebut merupakan ayah dan anak.
"Dia ini (bapak dan anak) ada di samping saya, negor saya, 'Pak Ustaz mau kemana?' Namanya juga dia kenal saya kan, sering lihat di TV," cerita Ustaz Solmed saat dihubungi Tribunnews, Sabtu (3/6/2017).
Percakapan singkat tersebut, nyatanya menarik perhatian petugas Imigrasi bandara. Padahal Ustaz Solmed tak berbincang banyak.
"Saat itu, saya dikira berteman sama bapak dan anak itu, saya ditanya, 'you berempat mau membicarakan apa?', jadi seakan dikira kita sudah kenal lama dan merencanakan sesuatu," lanjut Uztad.
Ustaz Solmed sempat memberi pengertian, ia baru saja mengenal bapak dan anak tersebut.
Namun, petugas bandara tak terima alasannya, Ustadz Solmed tetap digiring ke ruang isolasi, seluas sekira 3x3 meter. Di sana ia diinterogasi oleh pihak kepolisian.
"Sudah bukan petugas imigrasi lagi yang interogasi, tapi polisi. Mungkin kalau di (Indonesia) sini petugas Reserse," kisahnya.
Selama sekira 10 jam, Ustaz Solmed diinterogasi mulai dari biodata lengkap hingga media sosial yang dimilikinya.
Tak hanya itu, paspor dan telepon genggam miliknya juga disita. Hingga kini, ia tak mengetahui alasan penahanannya. "Sampai sekarang saya nggak tahu kenapa bisa ditahan, padahal seandainya saya tahu mungkin saya bisa mengerti prosedurnya," kata dia.
Ustaz Solmed kini sudah dipulangkan ke tanah air sekira pukul 19.50 waktu Singapura. Ia tiba di tanah air pukul 21.45 WIB. Sementara, bapak dan anak yang sempat berbincang dengannya belum diketahui kabar terkininya.
"Saya sempat minta agar bapak dan anak itu tidak ditahan, tapi tetap dibawa juga. Sementara teman saya saya belum tahu lagi kabarnya soalnya handphone dia nggak dipasang paket