Jokowi Ogah Dikatai Ndeso, Anaknya Malah Bilang Ndeso Ke Masyarakat

Orang berpikir wajah saya wajah kampung, kemudian melecehkan, wajah ndeso. Mereka pikir saya ini bodoh. Saya enggak sombong, wajah ndeso tapi otak internasional," ujar Jokowi tiga tahun silam dalam sebuah tatap muka di hadapan pendukungnya di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Saat itu, Jokowi sedang bersiap menggalang dukungan menuju Pemilihan Presiden yang digelar pada 9 Juli 2014. Orasi politik di tanah Dayak itu, Jokowi terlihat didampingi oleh Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kalimantan Barat, Cornelis, dan anggota DPR RI dari Komisi IX, Karolin Margret Natasa.



Tiga tahun lalu itu, Jokowi mengakui kegerahannya soal istilah 'ndeso'. Menurutnya, istilah itu dianggap melecehkan orang desa.
Awalnya, kata Jokowi, ia mengabaikan sebutan ndeso itu disematkan kepadanya. Namun lama kelamaan, ungkapan ndeso itu mulai melecehkan dan membuat Jokowi habis kesabaran.

"Saya sabar, yang disabari enggak tahu. Malah keterusan mengejek (ndeso). Sabar ada batasnya," kata Jokowi saat itu.

Meski begitu, kegerahan Jokowi akhirnya membuahkan hasil. Pilpres 2014 yang diwarnai banyak hal kontroversial tetap mengantarkan Jokowi dan Jusuf Kalla yang mendampinginya sebagai wakil presiden jadi pemenang.

Jokowi-JK mampu meraup suara 53,15 persen mengalahkan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang hanya bisa mengumpulkan 46,85 persen.
Jokowi, Presiden 'ndeso' itu resmi memimpin Indonesia hingga akhir periode 2019 dan menggantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden Indonesia ketujuh.

Di luar itu, baru-baru ini istilah ndeso kembali populer. Ini ditengarai oleh laporan terhadap Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi.

Kaesang dituduh melakukan pelecehan dan ujaran kebencian lantaran mengucap ndeso dalam sebuah video yang diunggahnya di akun Youtube.
Laporan perkara ndeso ini dibuat oleh Muhammad Hidayat, warga Bekasi yang belakangan diketahui memiliki status tersangka atas tindakan penghinaan terhadap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan.

Dalam aduannya, Hidayat menyebut bahwa putra presiden menyebarkan kebencian yang berbau SARA. "Hate Speech," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Hero Hendiarto Bachtiar, Rabu, 5 Juli 2017.

Dan sejak itu, istilah ndeso populer lagi. Di linimassa Twitter, kata ndeso langsung memuncaki perkapan pengguna jejaring sosial.
Beberapa mendukung Kaesang dan menganggap bahwa apa yang diunggah putra presiden tak ada ujaran kebencian, dan lainnya menilai bahwa itu bermasalah.

Sejauh ini, kepolisian memastikan bahwa laporan ndeso itu tidak akan dilanjutkan oleh penyidik. Tudingan Hidayat kepada Kaesang bahkan dianggap mengada-ada.
"Itu (laporan ndeso) mengada-ada. Enggak ada kaitannya sama sekali (dengan ujaran kebencian)," ujar Wakil Kapolri, Komjen Pol Syafruddin, empat hari usai laporan terhadap Kaesang diterima Polres Bekasi.

Atas itu, kepolisian memastikan bahwa laporan itu tidak akan diproses. "Tidak ada unsur (pelanggaran). Tidak ada proses," ujarnya.

Apa pun itu, kini kata ndeso merebak luas di publik dan jejaring sosial. Entah bagaimana respons Jokowi soal melambungnya kembali istilah ndeso ini. Yang pasti, ndeso telanjur menjadi ungkapan sindiran sekaligus guyon yang populer justru dari dalam istana.

Calon presiden Joko Widodo 'curhat' di hadapan massa pendukungnya di rumah Radakng, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Senin malam, 23 Juni 2014.

Ia mengatakan, hingga kini masih banyak pihak yang melecehkan kemampuannya lantaran wajah dan penampilannya yang ndeso.

"Orang berpikir wajah saya wajah kampung, kemudian melecehkan saya, wajah ndeso. Mereka berpikir saya nih bodoh. Saya nggak sombong, wajah ndeso, tapi otak internasional,” ujar dia dalam orasi politik bersama Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat Cornelis dan Anggota DPR RI Komisi IX Karolin Margret Natasa.

Dikatakan Joko, awalnya dia hanya diam saat dilecehkan seperti itu. Namun, lama kelamaan rupanya mantan wali kota Solo itu gerah juga.

"Saya sabar, yang disabari nggak tahu, malah keterusan mengejek. Sabar ada batasnya, kalau terus-terusan melecehkan kapan kita merdeka," katanya.

Bukan hanya dilecehkan, Joko juga menyebut sejumlah fitnah menyasar dirinya jelang Pemilihan Presiden 2014 ini. “Terus-terusan melecehkan, kalau terus menfitnah, kita lawan mereka. Tapi, dilawan nanti tanggal 9 Juli nanti,” tuturnya. 

Contact Form

Name

Email *

Message *