Begini Cara Canggih Polisi Mengetahui Pelaku Pembacokan Hermansyah

Begini Cara Canggih Polisi Mengetahui Pelaku Pembacokan Hermansyah anggota gabungan Polda Metro Jaya, Polres Kota Depok Jawa Barat dan Polres Metro Jakarta Timur membekuk dua pelaku yang diduga terlibat pertikaian dan pembacokan terhadap ahli telematika Hermansyah.

"Tim gabungan telah berhasil mengamankan dua pelaku kasus penganiayaan di jalan tol dengan korban Hermansyah," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Rabu (12/7).

Pelaku itu bernama Edwin Hitupeuw (37 tahun) beralamat di Perum Raden Sukarma Sawangan Depok berperan sebagai pengemudi mobil yang bersenggolan dengan mobil korban dan pemukul pertama. Seorang pelaku lainnya Lauren Paliyama (29 tahun) berperan sebagai penikam terhadap Hermansyah menggunakan pisau. "Keduanya bekerja sebagai 'debt collector'," ujar Argo.

Begini Cara Canggih Polisi Mengetahui Pelaku Pembacokan Hermansyah


Petugas mengungkap kasus pembacokan Hermansyah setelah menyebar sketsa kepada mesyarakat berdasarkan hasil gelar perkara. Selanjutnya polisi menerima informasi para pelaku akan tiba di Depok dari Bandung Jawa Barat untuk menyembunyikan kendaraan usai kejadian penganiayaan Hermansyah.

Kemudian petugas menyergap kendaraan pelaku di Jalan Dewi Sartika Depok selanjutnya kedua tersangka dibawa ke Polresta Depok guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, Hermansyah terlibat pertengkaran dengan pengemudi lain berjumlah lima orang yang berujung pembacokan usai kendaraannya bersenggolan di Tol Jagorawi Jakarta Timur pada Ahad (9/7) sekitar pukul 04.00 WIB. Saat kendaraan bersenggolan, Hermansyah bersama istrinya dan beriringan dengan adiknya setelah makan malam merayakan ulang tahun istrinya.

Peristiwa itu menjadi perhatian publik lantaran Hermansyah bersedia menjadi saksi ahli telematika untuk membantah tuduhan dugaan penyebaran percakapan dan foto berkonten pornografi terhadap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab dan seorang wanita Firza Husein.

Pihak kepolisian menangkap dua pelaku penyerangan terhadap Hermansyah, ahli telematika dari Institut Teknologi Bandung. 

Keduanya ditangkap di kawasan Sawangan, Depok pada Rabu (12/7/2017) dini hari. "Ada dua orang dan ini lagi dibawa ke bandara," kata Kepala Tim Jaguar Polresta Depok Inspektur Satu Winam Agus saat dihubungi sekitar pukul 06.00.

Kedua pelaku yang ditangkap masing-masing teridentifikasi bernama Laurens Paliyama (31) dan Edwin Hitipeuw (37).

Winam belum menjelaskan secara rinci alasan keduanya langsung dibawa ke bandara pada pagi ini. "Infonya pimpinan akan merilis di sana," ujar dia.

Hermansyah diserang di Km 6 Tol Jagorawi pada Minggu (9/7/2017). Sebelum terjadinya penyerangan, mobil yang dikendarainya sempat bersenggolan dengan salah satu dari dua mobil pelaku penyerangan.

Setelah itu, ada dua mobil yang langsung memepet mobil Hermansyah hingga membuat Hermansyah harus menepi.

Saat Hermansyah turun dari mobil itulah terjadi pengeroyokan dengan senjata tajam yang membuatnya bersimbah darah. Diduga, ada lima orang yang terlibat penyerangan tersebut.

Potret Buruk Keamanan

Mobil Avanza warna putih itu melaju di jalan Tol Jagorawi, Minggu, 9 Juli 2017 dinihari.  Adalah Hermansyah yang mengemudikan kendaraan tersebut.  Didampingi istrinya, Iriana, pria 46 tahun itu hendak pulang ke rumahnya di kawasan Depok, Jawa Barat.

Mereka tak hanya berdua. Adik pakar IT dari Institut Teknologi Bandung itu juga ikut dalam rombongan tersebut. Namun sang adik menggunakan mobil berbeda. Ketika melintas di jalan bebas hambatan itu, mobil adiknya diduga senggolan dengan mobil lain. Lantas terjadi kejar-kejaran.

Hermansyah yang melihat hal itu ikut mengejar mobil pelaku.  Saat dia berusaha mengejar pelaku, tiba-tiba dari arah belakang muncul satu mobil  lagi. Mobilnya pun terjebak di antara para pelaku. Ketika turun dari mobil, para pelaku menyerangnya.  Ia pun bersimbah darah. 

Dia berusaha kembali ke mobil. Istri korban berusaha menolongnya. Kemudian melarikan dia ke RS Hermina, Depok. Sedangkan adik korban berhasil lolos dalam kejadian itu.

Adalah Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Kota Depok Komisaris Polisi Teguh Nugroho yang menceritakan kronologi kejadian itu. Saat ini, kepolisian tengah berupaya membongkar kasus penyerangan terhadap Hermansyah. Untuk itu, Polresta Depok  berkoordinasi dengan Polres Jakarta Timur, mengingat tempat kejadian perkara (TKP) awal masuk wilayah Jakarta Timur.

Polisi lantas melakukan olah TKP.  Petugas pun memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. Di antaranya, istri dan adik korban, serta petugas jalan tol. Berdasarkan keterangan saksi, pelaku penyerangan berjumlah lima orang.  Dari saksi  juga, petugas mendapat gambaran muka pelaku.

Aparat lalu membuat sketsa wajah para pelaku. "Kami sudah selesai membuat sketsa wajah terduga pelaku berkat keterangan istri korban.  Saat ini baru tiga wajah yang kami dapat dari dugaan sementara lima orang," kata Teguh, Selasa, 11 Juli 2017.

Sementara wajah dua pelaku lainnya belum bisa disketsa. Sebab, Iriana masih mengalami trauma atas kejadian yang menimpa suaminya. Wanita itu merupakan saksi kunci kasus tersebut karena dia melihat langsung ketika Hermansyah dianiaya di jalan tol. Saat itu, Iriana berada di dalam mobil, sedangkan Hermansyah dibacok di luar mobil.

Setelah membuat sketsa wajah tersebut,  polisi bergerak untuk memburu para pelaku. Hingga Selasa, 11 Juli 2017 sore belum terdengar kabar pelaku telah dibekuk. Siapa pelaku dan apa motif penyerangan belum terungkap. Kasus ini pun masih menjadi misteri.

Sejumlah kalangan mendesak agar perkara ini segera diungkap. Desakan antara lain datang dari Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid. 

Dia meminta kepolisian segera menangkap pelaku pengeroyokan terhadap Hermansyah.  Hidayat  menilai, kejadian yang menimpa Hermansyah sebagai terror keji dan biadab. Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat itu lantas menyamakan kasus Hermansyah dengan perkara penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan.

Menurut dia, polisi bisa menangkap teroris hingga ke ujung kampung-kampung, sehingga dipertanyakan kenapa pelaku kejahatan yang berada di Ibukota tak bisa tertangkap. 

"Jadi saya pikir ini sebuah tantangan yang menurut saya polisi harus bisa menyikapi secara konstruktif, tangkap mereka supaya tidak menjadi preseden buruk, seperti ini dibiarkan dan terulang," kata Hidayat, Senin, 10 Juli 2017.

Desakan serupa dilontarkan anggota Komisi III DPR Didik Mukrianto. Menurut dia, kepolisian harus mengusut tuntas penyerangan terhadap Hermansyah.  Kejadian itu dinilainya menunjukkan potret buruk situasi keamanan di Ibukota. Terlebih, jika kasus ini tak segera diusut tuntas, masyarakat merasa tidak aman lagi.

Bahkan, menurut Sekretaris Fraksi Partai Demokrat itu,  jika kepolisian tak berhasil mengungkap pelaku hingga motif penyerangan ini, bukan tidak mungkin masyarakat akan berspekulasi liar, termasuk mengaitkan dengan masalah politik.

Sebab, Hermansyah pernah mengungkapan bahwa kasus percakapan pornografi antara Pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab dengan Firza Husein adalah rekayasa. Pernyataan Hermansyah itu diungkapkan pada program Indonesia Lawyer Club di tvOne, beberapa waktu lalu.

“Tentu spekulasi publik ini hanya bisa dijawab apabila kepolisian benar-benar profesional," ujar Didik, Senin, 10 Juli 2017.

Contact Form

Name

Email *

Message *