Tanpa terasa, sudah 6 tahun lebih saya memutuskan resign dari tempat kerja. Alasannya cuma satu, ingin fokus mendidik anak. Saat itu saya memiliki seorang puteri yang belum genap 1 tahun, dan kebetulan pula sedang mengandung anak kedua.
.
Saya sadar, kemampuan kami untuk bisa memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak masih jauh panggang dari api. Kebetulan kami adalah pasangan yang gemar kerja. Pergi pagi, pulang malam merupakan hal yang biasa.
.
Ternyata naluri seorang ibu tidak bisa dihilangkan. Meski berdalih untuk mencari kehidupan yang layak, tetap saja ketika dikantor yang menggelayut difikiran 'Anakku sedang apa ya dirumah?'. Dan hampir tiap hari lamunan ku selalu tentang si kecil. Kangen beraattt!
.
Tidak kuat menahan rindu, kuputuskan untuk resign dari tempat kerja. Bismillah, niatku Lillah.
Saya sama sekali tidak mengkhawatirkan rejeki yang akan Allah SWT berikan selepas putus kerja. Inna ma'al 'usri yusron, fa inna ma'al 'usri yusro.
.
***
Tidak bekerja kantoran, bukanlah momok yang harus ditakuti. Waktu yang kumiliki lebih banyak digunakan untuk bermain dengan si kecil. Disela kesibukan, waktu luang selepas menemani si kecil, saya gunakan untuk berselancar di dunia maya.
.
Inilah pertama kali saya akrab dengan jual beli online. Awalnya hanya ingin mencari barang untuk kebutuhan anak pertama dan persiapan lahiran anak kedua, lama-lama jadi ketagihan.
Hampir semua Marketplace dan forum jual beli yang ada saat itu saya kunjungi. Mencari barang, membandingkan harga, hingga melakukan transaksi saya lakukan lewat gawai.
.
Kebetulan pada saat yang sama, suamiku sedang belajar mendalami internet marketing. Sekedar info, 6 tahun lalu digital marketing baru mulai tumbuh.
Mastahnya belum banyak, ikut training internet marketing muahalnya minta ampun, e-book tidak gratis, dan KOPDAR tidak sesering hari ini. Meski demikian, suami terlihat sangat menikmati aktifitas nya.
.
Sambil menyelam minum es cendol.
Dari yang awalnya sekedar hobi selancar di internet, ternyata saya menemukan banyak peluang untuk bisa menjualkan barang tanpa modal.
Sejak saat itu bertambah lagi peran baru saya. Sebagai istri, sebagai ibu, dan sebagai Dropshipers! Hehehe
.
Meski bukan pekerjaan pokok, tapi saya tekuni dunia OnlineShop. Barang-barang musiman dan diskon an menjadi buruan saya. Mulai Tupperware, mukena Bali, sepatu roda, tas, tirai anti nyamuk, mainan anak, hingga makanan, saya jual dengan harga kompetitif.
Contoh: Saya bisa kasih diskon produk Tupperware hingga 40% tanpa harus jadi member dan bisa dibeli satuan. Sangat menarik bukan?
.
Sampai suatu hari suamiku bilang, _"Nda, mau ikut aku nggak? Aku kerepotan nih ngurusin buyer. Pilihannya cuma 2, aku bayar orang buat jadi karyawan atau kamu mau bantu handle?"_
.
Eng ing eeengg..., Tumben banget suami nawarin bisnis bareng. Karena selama ini, kami asik dengan dunia masing-masing. Saya dengan OnlineShop, suami dengan StartUp digital nya yang entahlah sudah berapa banyak. Ikut kompetisi ini-itu, MeetUp kesana kemari, lobbying VC, dll yang hanya saya dengarkan curhatannya sekilas saja. Maklumlah bukan passion saya soalnya.
.
Dengan berat hati dan disertai persyaratan njelimet disaksikan kedua anak, akhirnya saya menyanggupi kerja bareng suami. Biar keliatan kompak luar dalam (haiyyaaahhh....)
.
Dan sejak saat itu kami menggeluti dunia property bersama-sama. Belajar bareng ternyata asik juga. Curhat2an jadi lebih nyambung.
.
Project pertama kami adalah *Kampoeng Kurma* Jonggol. Kavling seluas 500m2 cuma seharga 89.5 Juta! Pembeli pun dapat bonus 5 pohon kurma. Dan menurut penelitian, hasil panen dari 1 pohon kurma bisa menghasilkan income hingga 90 juta/ tahun. WOW! Emejing.
.
Kami membagi tugas, suami membuatkan landingpages untuk jualan, pera saya sebagai customer service. Dipilihlah "kavlingkurma" sebagai domainnya. Suami bertanggungjawab atas aktifitas online, saya handle leads yang kejaring via whatsapp dan email. Ternyata bener-bener repot! Tiap hari 5 - 10 calon buyer yang merespons iklan yang kami buat.
.
Alhamdulillah dibulan pertama keuntungan kami lumayan. Bila dirupiahkan, keuntungan bersih mencapai lebih dari 30 Juta. Masih jauh dari target yang kami pasang diawal sebesar 70 Juta/ bulan. Tapi inilah sebuah proses, ikhtiar - doa - ikhtiar - doa. Selalu libatkan Allah SWT dalam ikhtiar yang kita lakukan.
.
Sampai hari ini, saya masih asik dengan bisnis property. Saya merasa dijebak oleh suami!
.
--
Kalisuren Paradise
Ramadhan hari ke-8
Hakam El Farizi
