Rejeki Anak Soleh, Penemu Listrik Pohon Kedondong Dapat Tabungan Isinya 20 Juta

Dari sekian banyak tawaran beasiswa yang diberikan, bocah penemu listrik dari pohon kedondong, Naufal Raziq, akhirnya menjatuhkan pilihan pada tawaran beasiswa dari Kementerian Agama.

Kementerian Agama menawarkan Naufal masuk ke Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang, Jawa Timur. Tawaran itu pun diterima oleh bocah asal Aceh tersebut. Kata Naufal, selain Menag, banyak yang menawarkan beasiswa kepadanya.

"Ada satu perusahaan besar. Dia tawarkan saya beasiswa di Turki sekaligus mengembangkan temuannya di sana. Kemudian ada beberapa lagi di Indonesia, termasuk Panglima TNI. Pak Panglima ajak saya untuk sekolah di SMA Taruna Magelang. Saya kurang suka," ungkap Naufal saat ditemui detikcom di rumahnya, Desa Kampung Baru, Kota Langsa, Aceh, Senin (5/6/2017).



Naufal mengaku pinangan dari Kemenag itu masih satu jalur dengan sekolah sebelumnya. "Kan saya lulusan MTs, iya pastinya kalau mau sejalan ambil MAN. Apalagi MAN 3 Malang itu kan favorit, kemudian ditanggung oleh Kemenag. Saya terima aja," tuturnya.

Nantinya, selama Naufal mengenyam pendidikan di Malang, program penerangan yang sedang dilakukan di Aceh akan dibantu ayahnya.

"Saya lagi ada program yang bekerja sama dengan Pertamina untuk menerangi desa yang belum dapat pasokan listrik. Ayah akan membantu. Nanti saya juga sering pulang ke Aceh sewaktu libur sekolah," ucap Naufal.

Dengan penemuannya itu, Naufal merasa senang dan gembira. "Saya senang kali, apalagi bisa ketemu Menteri ESDM. Habis itu jumpa Panglima TNI. Wah, perasaan saya luar biasa pokoknya," ucapnya.

Naufal yakin, dengan dukungan Menteri ESDM dan seluruh masyarakat Indonesia, temuannya itu bisa bermanfaat ke depan.

"Pak Menteri dukung. Dia ingin temuan ini bisa maksimal dan berskala besar. Pak Menteri pun sudah bekerja sama. Ke depan tinggal dikembangkan saja. Alhamdulillah juga, temuan saya ini sudah ada hak patennya. Sudah terdaftar di HAKI," tuturnya.

Siswa MTs Langsa Naufal Raziq menemukan inovasi energi listrik dari pohon kedondong. Sebagai apresiasi, Kementerian Agama melalui Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) memberikan beasiswa.



"Kami sangat mengapresiasi prestasi dan inovasi yang dilakukan Naufal. Kami sudah bertemu dengannya untuk memberikan beasiswa," ujar Direktur KSKK M Nur Kholis Setiawan di Jakarta, Rabu (17/05).

Menurutnya ada tiga hal yang diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada Naufal:

Pertama, beasiswa senilai Rp20juta. "Beasiswa ini diberikan langsung hari ini di Kementerian Agama dalam bentuk tabungan," katanya.

Kedua, beasiswa pendidikan bagi Naufal untuk melanjutkan ke madrasah unggulan, yaitu MAN 3 Malang. "Naufal akan diterima melalui jalur khusus. Selain agar bisa mengembangkan riset, Naufal diharapkan bisa menginspirasi siswa MAN 3 Malang lainnya," katanya.

Ketiga, bantuan proses sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Menurut M Nur Kholis, Kemenag sudah memiliki pengalaman dalam proses pengurusan sertifikasi HKI.

Sebelumnya, ada sembilan karya ilmiah hasil riset para siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kediri yang sudah tercatat di Ditjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Sembilan hasil riset tersebut adalah:

1.Manfaat Lendir Bekicot (Achatina fulica) sebagai Obat Luka Alama (Pencipta: Risma Nailul Amalia)

2.Pemanfaatan Tulang Ayam Boiler Sebagai Bubur Yang Bergizi dan Bernilai Ekonomis (Pencipta: Fahril Haikal Ilmi Sihabuddin)

3.Fermentasi Sampah Sayuran Pasar Grosir Kota Kediri Sebagai Pakan Ternak Untuk Meningkatkan Hasil Pertenakan Sapi di Kota Kediri dan Sekitarnnya (Pencipta: Muhammad Rofiqul Ilmi)

4.Kopi Biji Pepaya Untuk Menurunkan Kadar Kolesterol (Pencipta: Astrid Rizkiya Sally)

5.Roti Sukun Untuk Diet Rendah Kalori (Pencipta: Astrik Rizkya Sally)

6.Pemanfaatan Sarang Telur Laba-laba (Cocoon) Dari Ordo Araneae Sebagai Bahan Alami Alternatif Penutup Luka (Pencipta: Rezza Putri Mahartika)

7.Pengaman Rumah Penggerak Solenoid dengan Koder Morse (Pencipta: Aufa Millatul Haqq)

8.Potensi Biofungisida dari Jahe, Lengkuas Merah, Kunyit dan Labu Siam Untuk Mencegah dan Membasmi Jamur pada Tanaman Sawi (Pencipta: Rahmah Nur Diana)

9.Nasi Gadung (Dioscorea hipsida Dennst) Sebagai Substitusi Nasi Jagung (Zae mays) Sebagai Makanan Rendah Kalori bagi Penderita Obesitas.

Contact Form

Name

Email *

Message *