Ustaz Yusuf Mansur termasuk ustaz yang jago mengajak masyarakat untuk beramal soleh.
Kemarin, di Masjid Daihatsu, Sunter, Jakarta Utara, dia mampu 'memprovokasi' jemaah masjid ini untuk beramai-ramai beramal dengan cara meletakkan uang di karpet masjid sehingga dalam waktu sekejap terkumpul Rp 87,5 juta.
Ustaz Yusuf Mansur menganggap tudingan penipuan yang berujung laporan kepolisian kepadanya dianggap sebuah ujian kehidupan. Ia pun berharap masyarakat tetap tenang terkait hebohnya pemberitaan kasus tersebut.
“Harap tenang. Ini semua ujian,” tulis Ustaz Yusuf Mansur dalam laman Instagramnya, @yusufmansurnew, Jumat (16/6/2017).
Lebih lanjut, Ustaz Yusuf Mansur menjelaskan jika ada orang yang sedang menjadi bahan pembicaraan, maka hal itu merupakan ujian untuk kita semua. Sehingga, sang Ustadz berharap masyarakat tidak mudah berburuk sangka.
“Tidak sedikit yg gagal dlm ujian ini. Sbb ikut menjelekkan sesuatu yg blm tentu. Lah akhirnya jadi ikuy berdosa. Mksh kwn2 semua ya,” tulisnya lagi.
Sebelumnya diketahui Jam’an Nurchotib Mansur alias Ustadz Yusuf Mansur dilaporkan ke Polda Jawa Timur oleh Sudarsono Arief Bakuama. Pelaporan itu diduga terkait kasus penipuan dan atau penggelapan pada Juli 2015.
Akibat terjadinya kasus tersebut, para korban mengaku mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. Hingga saat ini ada empat warga asal Surabaya yang mengaku tertipu. Kemudian mereka memberikan kuasa pada Sudarsono untuk melaporkan Yusuf Mansur.
Ustaz Yusuf Mansur dilaporkan oleh warga Surabaya ke Polda Jawa Timur atas dugaan penipuan dan penggelapan pada investasi Condotel Moya Vidi. Menanggapi laporan tersebut, Yusuf Mansur justru mengucapkan terima kasih dan bersyukur.
Ungkapan itu disampaikan Yusuf Mansur melalui Instagramnya @yusufmansurnew. Ia mengunggah screenshot dari berita yang dimuat di laman detikcom berjudul 'Diduga Menipu, Ustaz Yusuf Mansur Dilaporkan ke Polda Jatim'.
"Urat rizki itu, aneh. Bila ada tamu agung, tamu mulia, tamu hebat, mau datang ke rumah maka tuan rumah seyogyanya bersih-bersih. Nyapu-nyapu. Ngepel bahkan ngecat ulang. Menata sana sini untuk menyambut datangnya tamu,' tulis Yusuf Mansur di Instagramnya, dilihat detikcom pada Sabtu (17/6/2017).
"Saya malah berterima kasih kepada pelapor. Benar-benar berterima kasih. Terima kasih Pak Darso dkk. Dan selama Allah lihat, saya belum bersih... Akan terus dibersihkan. Dan ini, melegakan. Menggembirakan," ungkapnya.
Ustaz kondang itu kemudian melanjutkan makna dari tamu yang dimaksud jika dirinya sudah disebut 'bersih'.
"Setelah bersih, tamu itu pun akan datang dan didatangkan Allah. Siapa tamunya? Di antaranya segenap penduduk bumi, yang akan menggunakan Paytren. Siapa lagi? Valuasi 20T, dg manggung di IPO Internasional? Siapa lagi? Sertfiikasi Izin DSN MUI, Izin LKD dan EMoney dari OJK/BI, Izin MIS (Manajer Investasi Syariah) dari OJK/BI, Izin MoneyChanger, Payment Gateway... Dan mungkin akan ada banyak tamu yang lain yang akan dibawa serta sekalian," katanya.
Menanggapi adanya pelaporan, Yusuf Mansur mengungkapkan dirinya mengucap syukur. Dalam postingan tersebut ia berharap dapat bersahabat dan bersaudara dengan pihak yang telah melaporkannya.
"Jadi, laa tahzan, walaa takhof. Innallaaha ma'anaa. Lagian, dilaporkan ke polisi itu, cakep banget. Yang repot, kalau dilaporin ke mertua, hehehe. Ke polisi mah malah keren. Saya cuma titip pesen, agar perkara ini dituntaskan sebaik2nya. Agar jangan gaduh lagi. Dan saya bisa bersaudara sama seluruh pelapor, yakni Pak Darso cs. Bila saya ada salahnya, polisi akan menuntun saya u/ menyelesaikannya. Kecuali, mereka emang ga pengen selesai, ya mungkin akan lain perkaranya. Artinya, ada tujuan lain. Bukan penyelesaian perkara," ujarnya.
Sebelumnya detikcom mencoba untuk melakukan konfirmasi kepada Yusuf Mansur melalui SMS. Namun hingga saat ini belum ada balasan dari Yusuf Mansur.
Kali ini, dia bicara soal pengumpulan uang yang tidak terlalu susah untuk bisa mencapai Rp 25 triliun dalam waktu yang cepat.
Ya, Rp 25 triliun itu memang bukan uang sedikit. Triliun itu artinya nolnya itu ada 12 digit.
Kalau dalam bentuk uang kertas bisa berkontainer-kontainer.
Tetapi, kalau semua kompak maka untuk mengumpulkan uang sebesar itu bukanlah hal yang mustahil.
Uang itu bisa dipakai untuk membeli atau mendirikan maskapai penerbangan.
"Nah, kalo jamaah umrah, patungan dulu, insyaaAllah terbang dg pesawat sendiri. dan nginep di makkah madinah dan jeddah, di hotel sendiri," tulis Yusuf Mansyud di akun instagramnya.
Hitungan Rp 25 triliun bisa terkumpul cepat itu dengan asumsi jumlah jemaah umrah Indonesia setiap tahun itu sekitar 1 juta orang.
Seandainya saja dari jumlah jemaah itu masing-masing menyetor Rp 25 juta untuk biaya perjalanan umrah, maka itu berarti sudah terkumpul Rp 25 triliun.
Yusuf Mansur menulis tentang itu sebagai komentar atas berita di media online yang menyebutkan dirinya dilaporkan ke Polda Jawa Timur oleh warga Surabaya.
Menanggapi pelaporan polisi itu, Yusuf Mansur malah mengucapkan terima kasih atas berita itu termasuk yang memberikan komentar.
"Tidak ada alasan saya tidak berterima kasih. jadi sapu2 tambahan. pembersih segala kekotoran dan dosa. Allah pilih kwn2 semua u/ membersihkan saya," tulis Yusuf Mansur.
Lebih lengkap simak status Yusuf Mansyur berikut ini.
Pria yang akrab disapa UYM ini pun mendapat cercaan di media sosial. Alih-alih berstatemen membela diri, UYM justru berpikiran positif terkait pelaporan atas dirinya. Ketika Republika.co.id mengonfirmasi hal tersebut, Sabtu (17/6), UYM menegaskan ini adalah bagian dari cara dan jalan Allah membersihkan dirinya.
Hal itu juga disampaikan UYM melalui akun Instagram pribadinya. "Urat rizki itu, aneh. bila ada tamu agung, tamu mulia, tamu hebat, mau datang ke rumah... maka tuan rumah seyogyanya bersih-bersih. nyapu-nyapu. ngepel-ngepel. bahkan ngecat ulang. menata sana menata sini. untuk menyambut datangnya tamu tsb."
"ada kalanya, seseorang ga bisa bersih-bersih sendiri. maka turunlah bantuan dari yang lain, untuk bersih-bersih." "keren. Allah, sebagai Yang Punya Rizki, mau datangin banyak rizki ke saya, Yusuf Mansur, yang terlahir dg nama hebat dg Izin Allah, pemberian orang tua: Jam'an Nurchotib Mansur. Dan Allah Maha Tahu, saya ga sanggup bersih-bersih. Ga sanggup ngepel diri sendiri, ga sanggup nyapu diri sendiri. Maka Allah Turunkan Bantuan. Allah Pilih Hamba-hambaNya menjadi alat untuk membersihkan saya. Menyapu dan mengepel saya," papar UYM.
UYM pun tidak merasa pelaporan ini merusak citra atau 'mengotori mukanya'. "Hehehehe. Engga banget. Beda konsep. Beda cara pandang. Saya malah berterima kasih kepada Pelapor. Bener-bener berterima kasih. Terima kasih Pak Darso dkk."
"Dan selama Allah Lihat, saya belom bersih... Akan terus dibersihkan. Dan ini, melegakan. Menggembirakan."
Ia yakin setelah ini Allah justru mendatangkan rezekinya. "Setelah bersih, tamu itu pun akan datang dan didatangkan Allah." tulisnya.
"Jadi, laa tahzan, walaa takhof. Innallaaha ma'anaa. Lagian, dilaporkan ke polisi itu, cakep banget. Yang repot, kalo dilaporin ke mertua, hehehe," candanya.
Ia hanya berpesan agar perkara ini bisa dituntaskan sebaik-baiknya. Dan tidak lagi memunculkan kegaduhan. "Dan saya bisa bersaudara sama seluruh pelapor, yakni Pak Darso cs. Bila saya ada salahnya, polisi akan menuntun saya untuk menyelesaikannya. Kecuali, mereka emang ga pengen selesai, ya mungkin akan lain perkaranya. Artinya, ada tujuan lain. Bukan penyelesaian perkara. Inilah urat rizki yang aneh. Dan saya melihat ini semua," katanya.
Ustaz Yusuf Mansur termasuk ustaz yang jago mengajak masyarakat untuk beramal soleh.
Kemarin, di Masjid Daihatsu, Sunter, Jakarta Utara, dia mampu 'memprovokasi' jemaah masjid ini untuk beramai-ramai beramal dengan cara meletakkan uang di karpet masjid sehingga dalam waktu sekejap terkumpul Rp 87,5 juta.
Ustaz Yusuf Mansur menganggap tudingan penipuan yang berujung laporan kepolisian kepadanya dianggap sebuah ujian kehidupan. Ia pun berharap masyarakat tetap tenang terkait hebohnya pemberitaan kasus tersebut.
“Harap tenang. Ini semua ujian,” tulis Ustaz Yusuf Mansur dalam laman Instagramnya, @yusufmansurnew, Jumat (16/6/2017).
Lebih lanjut, Ustaz Yusuf Mansur menjelaskan jika ada orang yang sedang menjadi bahan pembicaraan, maka hal itu merupakan ujian untuk kita semua. Sehingga, sang Ustadz berharap masyarakat tidak mudah berburuk sangka.
“Tidak sedikit yg gagal dlm ujian ini. Sbb ikut menjelekkan sesuatu yg blm tentu. Lah akhirnya jadi ikuy berdosa. Mksh kwn2 semua ya,” tulisnya lagi.
Sebelumnya diketahui Jam’an Nurchotib Mansur alias Ustadz Yusuf Mansur dilaporkan ke Polda Jawa Timur oleh Sudarsono Arief Bakuama. Pelaporan itu diduga terkait kasus penipuan dan atau penggelapan pada Juli 2015.
Akibat terjadinya kasus tersebut, para korban mengaku mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. Hingga saat ini ada empat warga asal Surabaya yang mengaku tertipu. Kemudian mereka memberikan kuasa pada Sudarsono untuk melaporkan Yusuf Mansur.
Ustaz Yusuf Mansur dilaporkan oleh warga Surabaya ke Polda Jawa Timur atas dugaan penipuan dan penggelapan pada investasi Condotel Moya Vidi. Menanggapi laporan tersebut, Yusuf Mansur justru mengucapkan terima kasih dan bersyukur.
Ungkapan itu disampaikan Yusuf Mansur melalui Instagramnya @yusufmansurnew. Ia mengunggah screenshot dari berita yang dimuat di laman detikcom berjudul 'Diduga Menipu, Ustaz Yusuf Mansur Dilaporkan ke Polda Jatim'.
"Urat rizki itu, aneh. Bila ada tamu agung, tamu mulia, tamu hebat, mau datang ke rumah maka tuan rumah seyogyanya bersih-bersih. Nyapu-nyapu. Ngepel bahkan ngecat ulang. Menata sana sini untuk menyambut datangnya tamu,' tulis Yusuf Mansur di Instagramnya, dilihat detikcom pada Sabtu (17/6/2017).
"Saya malah berterima kasih kepada pelapor. Benar-benar berterima kasih. Terima kasih Pak Darso dkk. Dan selama Allah lihat, saya belum bersih... Akan terus dibersihkan. Dan ini, melegakan. Menggembirakan," ungkapnya.
Ustaz kondang itu kemudian melanjutkan makna dari tamu yang dimaksud jika dirinya sudah disebut 'bersih'.
"Setelah bersih, tamu itu pun akan datang dan didatangkan Allah. Siapa tamunya? Di antaranya segenap penduduk bumi, yang akan menggunakan Paytren. Siapa lagi? Valuasi 20T, dg manggung di IPO Internasional? Siapa lagi? Sertfiikasi Izin DSN MUI, Izin LKD dan EMoney dari OJK/BI, Izin MIS (Manajer Investasi Syariah) dari OJK/BI, Izin MoneyChanger, Payment Gateway... Dan mungkin akan ada banyak tamu yang lain yang akan dibawa serta sekalian," katanya.
Menanggapi adanya pelaporan, Yusuf Mansur mengungkapkan dirinya mengucap syukur. Dalam postingan tersebut ia berharap dapat bersahabat dan bersaudara dengan pihak yang telah melaporkannya.
"Jadi, laa tahzan, walaa takhof. Innallaaha ma'anaa. Lagian, dilaporkan ke polisi itu, cakep banget. Yang repot, kalau dilaporin ke mertua, hehehe. Ke polisi mah malah keren. Saya cuma titip pesen, agar perkara ini dituntaskan sebaik2nya. Agar jangan gaduh lagi. Dan saya bisa bersaudara sama seluruh pelapor, yakni Pak Darso cs. Bila saya ada salahnya, polisi akan menuntun saya u/ menyelesaikannya. Kecuali, mereka emang ga pengen selesai, ya mungkin akan lain perkaranya. Artinya, ada tujuan lain. Bukan penyelesaian perkara," ujarnya.
Sebelumnya detikcom mencoba untuk melakukan konfirmasi kepada Yusuf Mansur melalui SMS. Namun hingga saat ini belum ada balasan dari Yusuf Mansur.
Kali ini, dia bicara soal pengumpulan uang yang tidak terlalu susah untuk bisa mencapai Rp 25 triliun dalam waktu yang cepat.
Ya, Rp 25 triliun itu memang bukan uang sedikit. Triliun itu artinya nolnya itu ada 12 digit.
Kalau dalam bentuk uang kertas bisa berkontainer-kontainer.
Tetapi, kalau semua kompak maka untuk mengumpulkan uang sebesar itu bukanlah hal yang mustahil.
Uang itu bisa dipakai untuk membeli atau mendirikan maskapai penerbangan.
"Nah, kalo jamaah umrah, patungan dulu, insyaaAllah terbang dg pesawat sendiri. dan nginep di makkah madinah dan jeddah, di hotel sendiri," tulis Yusuf Mansyud di akun instagramnya.
Hitungan Rp 25 triliun bisa terkumpul cepat itu dengan asumsi jumlah jemaah umrah Indonesia setiap tahun itu sekitar 1 juta orang.
Seandainya saja dari jumlah jemaah itu masing-masing menyetor Rp 25 juta untuk biaya perjalanan umrah, maka itu berarti sudah terkumpul Rp 25 triliun.
Yusuf Mansur menulis tentang itu sebagai komentar atas berita di media online yang menyebutkan dirinya dilaporkan ke Polda Jawa Timur oleh warga Surabaya.
Menanggapi pelaporan polisi itu, Yusuf Mansur malah mengucapkan terima kasih atas berita itu termasuk yang memberikan komentar.
"Tidak ada alasan saya tidak berterima kasih. jadi sapu2 tambahan. pembersih segala kekotoran dan dosa. Allah pilih kwn2 semua u/ membersihkan saya," tulis Yusuf Mansur.
Lebih lengkap simak status Yusuf Mansyur berikut ini.
Pria yang akrab disapa UYM ini pun mendapat cercaan di media sosial. Alih-alih berstatemen membela diri, UYM justru berpikiran positif terkait pelaporan atas dirinya. Ketika Republika mengonfirmasi hal tersebut, Sabtu (17/6), UYM menegaskan ini adalah bagian dari cara dan jalan Allah membersihkan dirinya.
Hal itu juga disampaikan UYM melalui akun Instagram pribadinya. "Urat rizki itu, aneh. bila ada tamu agung, tamu mulia, tamu hebat, mau datang ke rumah... maka tuan rumah seyogyanya bersih-bersih. nyapu-nyapu. ngepel-ngepel. bahkan ngecat ulang. menata sana menata sini. untuk menyambut datangnya tamu tsb."
"ada kalanya, seseorang ga bisa bersih-bersih sendiri. maka turunlah bantuan dari yang lain, untuk bersih-bersih." "keren. Allah, sebagai Yang Punya Rizki, mau datangin banyak rizki ke saya, Yusuf Mansur, yang terlahir dg nama hebat dg Izin Allah, pemberian orang tua: Jam'an Nurchotib Mansur. Dan Allah Maha Tahu, saya ga sanggup bersih-bersih. Ga sanggup ngepel diri sendiri, ga sanggup nyapu diri sendiri. Maka Allah Turunkan Bantuan. Allah Pilih Hamba-hambaNya menjadi alat untuk membersihkan saya. Menyapu dan mengepel saya," papar UYM.
UYM pun tidak merasa pelaporan ini merusak citra atau 'mengotori mukanya'. "Hehehehe. Engga banget. Beda konsep. Beda cara pandang. Saya malah berterima kasih kepada Pelapor. Bener-bener berterima kasih. Terima kasih Pak Darso dkk."
"Dan selama Allah Lihat, saya belom bersih... Akan terus dibersihkan. Dan ini, melegakan. Menggembirakan."
Ia yakin setelah ini Allah justru mendatangkan rezekinya. "Setelah bersih, tamu itu pun akan datang dan didatangkan Allah." tulisnya.
"Jadi, laa tahzan, walaa takhof. Innallaaha ma'anaa. Lagian, dilaporkan ke polisi itu, cakep banget. Yang repot, kalo dilaporin ke mertua, hehehe," candanya.
Ia hanya berpesan agar perkara ini bisa dituntaskan sebaik-baiknya. Dan tidak lagi memunculkan kegaduhan. "Dan saya bisa bersaudara sama seluruh pelapor, yakni Pak Darso cs. Bila saya ada salahnya, polisi akan menuntun saya untuk menyelesaikannya. Kecuali, mereka emang ga pengen selesai, ya mungkin akan lain perkaranya. Artinya, ada tujuan lain. Bukan penyelesaian perkara. Inilah urat rizki yang aneh. Dan saya melihat ini semua," katanya.